Sosialisasi Pengelolaan Sampah Plastik menjadi Ecobrick di Desa Peresak Narmada

Diah Ajeng Setiawati, Joko Sumarsono, Sirajuddin H. Abdullah, Asih Priyati, Fakhrul Irfan Khalil

Abstract


Salah satu cara yang mudah dan ramah lingkungan untuk mengatasi sampah plastik adalah dengan mengolahnya menjadi ecobrick, tetapi banyak warga belum mengetahui tentang pengertian ecobrick dan tidak memahami bagaimana cara membuatnya. Kegiatan pengabdian bertujuan mengedukasi warga Desa Presak di Kecamatan Narmada Lombok Barat, agar mampu melakukan pengelolaan sampah plastik yang dihasilkan di lingkungannya. Metode yang digunakan berbentuk pelatihan, dimana warga diberikan sosialiasi tentang pembuatan ecobrick dan langsung mempraktekkan cara membuatnya. Mahasiswa Universitas Mataram yang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan mempromosikan Zero Waste di desa ini juga terlibat dalam kegiatan. Alat yang dibutuhkan untuk membuat ecobrick adalah tongkat kayu atau bambu (panjang + 40 cm) dan botol plastik air mineral (600 ml atau 1000 ml). Bahan yang disiapkan adalah sampah plastik yang telah dibersihkan dan dipotong-potong sehingga berukuran kecil. Kegiatan pelatihan yang dihadiri mayoritas ibu-ibu PKK ini berjalan baik, peserta sosialisasi antusias mengikuti kegiatan. Setelah kegiatan, peserta termotivasi untuk mulai membuat ecobrick di rumah masing-masing untuk mencegah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik.   

 


Keywords


ecobrick; pengelolaan sampah plastik; sosialisasi

Full Text:

PDF

References


Antico, F., Wiener, M., Araya-Letelier, G., & Retamal, R. (2017). Eco-bricks: A sustainable substitute for construction materials. Revista de la Construcción. Journal of Construction, 518-526. doi:10.7764/RDLC.16.3.518

Asih, H., & Fitriani, S. (2018). Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Produksi Produk Inovasi Ecobrick. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 7(2), 144-150. doi:10.23917/jiti.v17i2.6832

Badan Pusat Statistik (BPS). (2010). Penduduk Indonesia Menurut Desa Hasil Sensus Penduduk 2010. Badan Pusat Statistik (BPS).

Gates, E. (2020). NIMBY (1980). Retrieved from Newspaper.com: https://www.newspapers.com/clip/24587650/nimby-1980/

Hopkins, R. (2014, May 29). EcoBricks and education: how plastic bottle rubbish is helping build schools. Retrieved from theguardian.com: https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2014/may/29/ecobricks-and-education-how-plastic-bottle-rubbish-is-helping-build-schools

Patil, A. A., Kulkarni, A. A., & Patil, B. B. (2014). Waste to Energy by Incineration. Journal of Computing Technologies, 12-15.

Pemerintah Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Salengke, H. H. (2019, February 21). Pemerintah Dorong Pengurangan Sampah dari Sumbernya. Retrieved from mediaindonesia.com: https://mediaindonesia.com/read/detail/218261-pemerintah-dorong-pengurangan-sampah-dari-sumbernya

Suminto, S. (2017). Ecobrick: solusi cerdas dan kreatif untuk mengatasi sampah plastik. Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk), 26-34.

Verma, R., Vinoda, K. S., Papireddy, M., & Gowda*, A. (2016). Toxic Pollutants from Plastic Waste- A Review. rocedia Environmental Sciences, 701-708. doi:10.1016/j.proenv.2016.07.069




DOI: https://doi.org/10.29303/jgn.v2i2.83

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Gema Ngabdi

P-ISSN: 2656-6516, E-ISSN: 2656-8098

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

UNIVERSITAS MATARAM